2020-11-30

Koperasi k******* M***** C***** (K***) kas dan shu yang terus meningkat di setiap tahunnya , dan menjadi terbaik tingkat nasional pada tahun 2014.

 

ABSTRACT

Koperasi k******* M***** C***** (K***) merupakan salah satu koperasi yang berdiri yang bergerak di bidang simpan  pinjam,  Organisasi yang  menjadi wadah untuk pertumbuhan ekonomi di masyarakat dan koperasi beranggotakan karyawan PT. C****** P****** I****** (CPI), Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekonomis Koperasi k******* M***** C***** , efek harga dan efek biaya koperasi, hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan Koperasi, pelayanan Koperasi, efisiensi Koperasi , efektivitas Koperasi , produktivitas Koperasi , peran Koperasi  dalam pasar, dan pembangunan Koperasi. .Teknik yang digunakan adalah Teknik penelitian analisis konten, Sumber Data yang saya dapatkan dari Kajian pustaka mencakup informasi yang diperoleh dari sumber yang dipilih melalui website Koperasi k******* M***** C***** . Metode penelitian yang di gunakan adalah metode deskriktif yang menggambarkan atau mendeskripsikan secara fakta ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi keberhasilan koperasi yang dilihat dari sisi anggota, evaluasi keberhasilan koperasi yang dilihat dari sisi perusahaan, peranan koperasi serta pembangunan koperasi di negara berkembang pada Koperasi. Analisa ini dilakukan dengan tahapan pengumpulan data, observasi atau perbandingan antara materi dengan data Koperasi dan penarikan kesimpulan. Jadi kesimpulan yang saya dapat, Bahwa dari analisa hasil penelitian koperasi k******* M***** C***** koperasi ini termasuk dalam kategori koperasi simpan pinjam. Koperasi termasuk koperasi yang produktif  diman alaporan keuangan di jelaskan secara rinci atas pengeluaran dan pemasukan yang ada, dan koperasi k******* M***** C***** memiliki pendapatan selalu naik di setiap tahunnya, menjadi koperasi sebagai koperasi terbaik tingkat nasional dan Pekanbaru pada tahun 2014. Dan koperasi k******* M***** C***** juga berperan di pasar monopolistic dimana koperasi k******* M***** C***** mempunyai banyak macam pinjaman yang beragam.

 

 

 

 

BAB IX

Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat dari Sisi Anggota

IX.1 Efek-efek ekonomis koperasi

Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar koperasi.

Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :

1.      Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya

2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan dibanding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain diluar koperasi.

Menurut Analisa Saya, Koperasi k******* M***** C***** (K***) merupakan koperasi yang dimana kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan para anggota yang akan berpartisipasi langsung. Koperasi ini adalah koperasi yang didirikan oleh karyawan minyak c***** Koperasi k******* M***** C***** (K***) menyediakan jasa simpan pinjam, dimana setiap anggota koperasi sangat berpartisipasi kegiatan pelayanan koperasi.

IX.2 Efek harga dan efek biaya

Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.

Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau diperolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.

Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.

Menurut Analisa Saya, Partisipasi anggota sangat penting dimana semua anggota inggin mencapai tujuan yang di capai, dimana shu yang ada di koperasi di bagi seuai kinerja anggota dimana  3 tahun terakhir SHU 2 kali lebih besar dibandingkan dengan bunga tabungan Bank yang rata-rata 3,5% per tahun.

IX.3 Analisis hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan koperasi

Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggota. Keberhasilan koperasi ditentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang didapat oleh anggota tsb.

Menurut Analisa Saya, pernyataan tersebut sesuai dengan visi Koperasi k******* M***** C***** (K***) yang memuat mewujudkan Kesejahteraan Anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Sebagai badan usaha yang di kagumi anggota-anggota, memantapka usaha dan bisnis yang ada di koperasi dan terciptanya kemakmuran .

IX.4 Penyajian dan analisis neraca pelayanan

Disebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangan-tantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan.

Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.

1.    Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).

2.  Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.

Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.

Menurut Analisa Saya, koperasi k******* M***** C***** (K***) selalu meningkatkan pelayanan yang ada di koperasi tersebut agar koperasi tersebut lebih maju, berkembang dan selalu di terima di masyarakat.

 

BAB X

Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Perusahaan

X.1 Efisiensi Perusahaan Koperasi

Tidak dapat dipungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya dilandasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.

        Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat ekonomi.

       Efesiensi adalah: penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien)

Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi/diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :

1.      Manfaat ekonomi langsung (MEL)

2.      Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)

MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.

METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.

Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:

TME = MEL + METL

MEN = (MEL + METL) – BA

Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara sebagai berikut :

MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU

METL = SHUa

Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:

1.      Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota (TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan Anggaran biaya pelayanan = Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota

2.      Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota (TEBU) = Realisasi biaya usaha Anggaran biaya usaha Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha

Menurut Analisa Saya, Manfaat ekonomis yang diterima langsung oleh anggota koperasi k******* M***** C***** (K***), pembagian Pembagian SHU ditetapkan dalam Rapat Anggota melalui usulan dari Pengurus dengan mempertimbangkan kepentingan anggota dan kelangsungan hidup K***, Toleransi perubahan prosentase komposisi pembagian SHU adalah sebesar 10% dari prosentase yang ditetapkan Yang tercantum di BAB XVIII, pasal 31 dimana koperasi selalu mementingkan kesejahteraan anggotanya

X.2 Efektivitas Koperasi

• Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.

• Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :

EvK= Realisasi SHUk + Realisasi MEL

Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK >1, berarti efektif

Menurut Analisa Saya, koperasi k******* M***** C***** (K***), bisa di bilang blm mencapai target karena turun naiknya SHU yang ada. Lapran SHU :

Usaha ini meliputi kegiatan Usaha Simpan – Pinjam (USP), yaitu pengelolaan simpanan dan pinjaman anggota. Dari segi total asset, perkembangan Usaha Simpan Pinjam dapat kami ringkas sebagai berikut: Statistik kegiatan Simpan Pinjam dengan perspektif perbandingan dari tahun ke tahun dapat dilihat dalam info grafi k di bagian lampiran. Dari perbandingan di atas, dapat dilihat bahwa dalam tiga tahun terakhir pinjaman dan modal sendiri mengalami kenaikan. Sementara Simpanan dari tahun 2015 ke tahun 2016 turun, hal ini disebabkan karena adanya kebijakan moratorium pada Januari sampai dengan Maret 2016 dan pengurangan tingkat jasa simpanan dan pinjaman pada bulan April 2016. Selain itu juga karena banyaknya anggota yang keluar dari keanggotaan K*** dimana secara otomatis menarik semua simpanan yang ada di K*** seperti Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Simpanan Sukarela, Simpakan Sukarela Khusus dan Berjangka.

X.2 Efektivitas Koperasi

• Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.

• Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :

EvK= Realisasi SHUk + Realisasi MEL

Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK >1, berarti efektif

X.3 Produktivitas Koperasi

Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) di sebut produktif.

Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi

PPK = SHU/ekuitas x 100 %

1.      Modal koperasi

PPK = Laba bersih dr usaha dgn non anggota x 100%

2.      Modal koperasi

a)      Setiap Rp.1,00 Modal koperasi menghasilkan SHU sebesar Rp…..

b)      Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp….

X.4 Analisis Laporan Koperasi

Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi.

Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.

Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang di buat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan keuangan meliputi

1.      Neraca,

2.      perhitungan hasil usaha (income statement),

3.      Laporan arus kas (cash flow),

4.      catatan atas laporan keuangan

Adapun perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang diterima oleh anggota dan bukan anggota.

Perbedaan yang kedua ialah bahwa laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.

Menurut Analisa Saya, Berikut ini adalah laporan keuangan Koperasi k******* M***** C***** (K***)  laporan keuangan tahun 2012- 2013

Laporan tahun 2012

 

Laporan tahun 2013

 

 Laporan keuangan pada tahun 2012 dengan nominal aktiva: 65.098.257.576 Laporan keungan pada tahun 2013, dengan nominal aktiva : 483.653.384.771 dimana terus meningkatnya jumlah aktiva yang ada di koperasi k******* M***** C***** (K***)

 

 

BAB XI

Peranan Koperasi

XI.1 Peranan Koperasi dalam berbagai bentuk pasar

Berdasarkan sifat dan bentuknya, pasar diklasifikasikan menjadi 2 macam :

1.      Pasar dengan persaingan sempurna (perfect competitive market).

2.      Pasar dengan persaingan tak sempurna (imperfect competitive market), yaitu : Monopoli, Persaingan Monopolistik (monopolistik competition), dan Oligopoli

XI.1.1 Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Persaingan Sempurna

Peranan Koperasi dalam Persaingan Sempurna (perfect competitive market)

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :

-          Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak

-          Produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen)

-          Perusahaan bebas untuk masuk dan keluar

-          Para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna

Menurut Analisa Saya, Koperasi k******* M***** C***** (K***) kurang sesuai dengan penjelasan pasar persaingan sempurna karena, produk-produk yang ditawarkan oleh Koperasi k******* M***** C***** (K***) bermacam produk simpanan maupun pinjaman.

XI.1.2 Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Monopolistik

Ciri-cirinya :

-          Banyak pejual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam

-          Produk yang dihasilkan tidak homogen

-          Ada produk substitusinya

-          Keluar atau masuk ke industri relatif mudah

-          Harga produk tidak sama disemua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjualnya

XI.1.3 Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Monopsoni

-          Disini ada penjual banyak tetapi hanya ada satu pembeli.

XI.1.4 Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Oligopoli

-       Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan (penjual) yang menguasai pasar

-          Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar oligopoli yaitu strategi harga dan nonharga

-   Untuk menghindari perang harga, perusahaan akan mengadakan product differentiation dan memperluas pasar dengan cara melakukan kegiatan advertensi, membedakan mutu dan bentuk produk

Menurut Analisa Saya, Koperasi k******* M***** C***** (K***) seuai dalam pasar monopolistik, karena produk-produk yang ditawarkan oleh Koperasi , adalah produk simpanan dan produk pinjaman, pinjaman di bagi beberapa katagori misalnya pinjaman anggota, pinjaman usia produktif, pinjaman khusus, pinjaman investasi property, pinjaman kendaaraan, semua pinjaman yang ada di Koperasi k******* M***** C***** (K***) memiliki ketentuan pinjaman yang berbeda-beda.

BAB XII

Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang

XII.1 Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang (di Indonesia)

Kendala yang dihadapi masyarakat :

1.      Perbedaan pendapat masyarakat mengenai Koperasi

2.      Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi yaitu :

a)      Kognisi

b)      Afeksi

c)      Psikomotor

Menurut Analisa Saya, Koperasi k******* M***** C***** (K***) sudah  bisa mengatasi 3 kondisi di atas karena kopersi k******* M***** C***** (K***) sudah memiliki atau membuat struktur yang mengatur 3 kondisi tersebut yang tertara di struktur organisasi tersebut.

3.      Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967

Tahapan membangun Koperasi :

a)      Ofisialisasi

b)      De-ofisialisasi

c)      Otonomisasi

Menurut Analisa Saya,  Tahamapn ofisiasi, de-ofisiasi, otonomisasi, koperasi k******* M***** C***** (K***) pembentukan koperasi dari perusahaan koperasi, menurut ukuran, struktur dan kemampuan manajemennya, cukup mampu melayani kepentingan para anggotanya secara efisien  sesuai pasal 19 dengan tugas, wewenang, tanggung jawab dan hak pp , koperasi agar tetap maju dan berkembang,. perkembangan koperasi dari pendapatan 2014-2016 tidak stabil kadang naik dan kadang turun.akan tetapi koperasi k******* M***** C***** (K***) berusaha memajukan koerasi tersebut.

 

Misi UU No.25 Tahun 1992

merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil,makmur berlandaskan Pancasila dan UUD1945.

 

Menurut Analisa Saya, pernyataan menurut UU No. 25 Tahun 1992 sesuai dengan nilai-nilai inti Koperasi k******* M***** C***** (K***) bahwa koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dan  Kerjasama, serta menciptakan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya

 

Tahapan Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang menurut A. Hanel, 1989

·     Tahap I : Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi koperasi.

·   Tahap II : Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah.

·     Tahap III : Perkembangan koperasi sebagai organisasi koperasi yang mandiri

Menurut Analisa Saya,  koparasi k******* M***** C***** (K***) Untuk tahap I, K*** telah melewatinya pada setahun setelah pendirian tepatnya pada tahun 1985 K*** berhasil memperoleh pengesahan Badan Hukum sebagai Koperasi Serba Usaha dengan nomor 1079/BH/XIII sesuai surat dari Kanwil Departemen Koperasi Riau nomor 08/KP/KWK.4/36/I/1985. Selanjutnya pada tahap II, K*** berhasil melepaskan ketergantungan pada pihak ketiga yang dijadikan tempat peminjaman modalnya. Pada tahun, 1985 K*** berhasil melunasi hutangnya pada pihak ketiga tersebut dan mulai dengan mengumpulkan dana-dana untuk modal dari para anggotanya yang mulai banyak. Dan kini K*** telah berada di tahap III, dimana K*** telah berkembang sebagai organisasi yang mandiri. K*** sudah memiliki pendapatan yang besar yang berasal dari kegiatan para anggota dan kerja sama dengan dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, K*** sukses menjadi sebuah koperasi dengan prestasi yang bagus juga yaitu sebagai koperasi terbaik tingkat nasional dan Pekanbaru pada tahun 2014.

 

Source :

Koperasi K******* M***** C***** (K***)    (2013) profil koperasi (K***)   [onlie]     Available

From : http://www.kkmc.co.id/index.php [Accessed: 30 November 2020]

Koperasi K******* M***** C***** (K***)  (2013)  akta perubahan anggaran dasar koperasi 2017 pdf.    [onlie]     Available

From : http://www.kkmc.co.id/pdf/Regulasi/ADKKMC.pdf  [Accessed: 30 November 2020]

Koperasi K******* M***** C***** (K***)  (2013)   Undang – Undang koperasi tahun NO 25 Tahun 1992 pdf. .    [onlie]     Available

From : http://www.kkmc.co.id/pdf/Regulasi/UU%20No.%2025%20TAHUN%201992.pdf [Accessed: 30 November 2020]

Koperasi K******* M***** C***** (K***)  (2013)  Laporan pengurus dan pertanggung jawaban tahun 2016   [onlie]     Available

From:http://www.kkmc.co.id/pdf/LaporanKeuangan/LAPORAN%20PERTANGGUNGJAWABAN%20PENGURUS%20DAN%20PENGAWAS%20TB.2016.pdf  [Accessed: 30 November 2020]

Definisi Kognitif, Afektif, dan Psikomotor 2012

From:https://abazariant.blogspot.com/2012/10/definisi-kognitif-afektif-dan-psikomotor.html[Accessed: 30 November 2020]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar