Koperasi k******* M***** C***** (K***) kas dan shu
yang terus meningkat di setiap tahunnya , dan menjadi terbaik tingkat nasional pada tahun
2014.
ABSTRACT
Koperasi
k******* M***** C*****
(K***) merupakan salah satu koperasi yang berdiri yang bergerak di bidang
simpan pinjam, Organisasi yang menjadi wadah untuk pertumbuhan ekonomi di
masyarakat dan koperasi beranggotakan karyawan
PT. C****** P****** I****** (CPI),
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek
ekonomis Koperasi k******* M***** C***** , efek harga dan efek biaya koperasi,
hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan Koperasi, pelayanan Koperasi,
efisiensi Koperasi , efektivitas Koperasi , produktivitas Koperasi , peran
Koperasi dalam pasar, dan pembangunan
Koperasi. .Teknik yang digunakan
adalah Teknik penelitian analisis konten, Sumber Data yang saya dapatkan dari Kajian pustaka mencakup
informasi yang diperoleh dari sumber yang dipilih melalui website Koperasi k******* M***** C***** . Metode
penelitian yang di gunakan adalah metode deskriktif yang menggambarkan atau
mendeskripsikan secara fakta ini
bertujuan untuk mengetahui evaluasi keberhasilan koperasi yang dilihat dari
sisi anggota, evaluasi keberhasilan koperasi yang dilihat dari sisi perusahaan,
peranan koperasi serta pembangunan koperasi di negara berkembang pada Koperasi.
Analisa ini dilakukan
dengan tahapan pengumpulan data, observasi atau perbandingan antara materi
dengan data Koperasi dan penarikan kesimpulan. Jadi
kesimpulan yang saya dapat, Bahwa dari analisa hasil penelitian koperasi k******* M***** C***** koperasi ini
termasuk dalam kategori koperasi simpan pinjam. Koperasi termasuk koperasi yang
produktif diman alaporan keuangan di
jelaskan secara rinci atas pengeluaran dan pemasukan yang ada, dan koperasi k******* M***** C***** memiliki
pendapatan selalu naik di setiap tahunnya, menjadi koperasi sebagai koperasi terbaik tingkat nasional dan
Pekanbaru pada tahun 2014. Dan koperasi k******* M***** C***** juga berperan di pasar monopolistic dimana
koperasi k******* M***** C*****
mempunyai banyak macam pinjaman yang beragam.
BAB IX
Evaluasi Keberhasilan Koperasi
Dilihat dari Sisi Anggota
IX.1 Efek-efek ekonomis koperasi
Salah
satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para
anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi
ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang
telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota
sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan
barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual
/pembeli di luar koperasi.
Pada
dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan
koperasi :
1. Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan dibanding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain diluar koperasi.
Menurut Analisa Saya,
Koperasi k******* M*****
C***** (K***) merupakan koperasi yang dimana kegiatan yang dilaksanakan sesuai
dengan kebutuhan para anggota yang akan berpartisipasi langsung. Koperasi ini adalah
koperasi yang didirikan oleh karyawan minyak c***** Koperasi k******* M***** C***** (K***)
menyediakan jasa simpan pinjam, dimana setiap anggota koperasi sangat
berpartisipasi kegiatan pelayanan koperasi.
IX.2
Efek harga dan efek biaya
Partisipasi
anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota
di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai manfaat
pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.
Motivasi
utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di
maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi
yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau diperolehnya harga
menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai
maupun dalam bentuk barang.
Bila
dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap
harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota
dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang
lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.
Menurut Analisa Saya,
Partisipasi anggota sangat penting dimana semua anggota inggin mencapai tujuan
yang di capai, dimana shu yang ada di koperasi di bagi seuai kinerja anggota
dimana 3 tahun terakhir SHU 2 kali lebih
besar dibandingkan dengan bunga tabungan Bank yang rata-rata 3,5% per tahun.
IX.3
Analisis hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan koperasi
Dalam
badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh
manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari
konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya
partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi
partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh
anggota. Keberhasilan koperasi ditentukan oleh salah satu faktornya adalah
partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek
ekonomis koperasi yaitu manfaat yang didapat oleh anggota tsb.
Menurut
Analisa Saya, pernyataan
tersebut sesuai dengan visi Koperasi k******* M***** C***** (K***)
yang memuat mewujudkan Kesejahteraan
Anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Sebagai badan usaha yang di
kagumi anggota-anggota, memantapka usaha dan bisnis yang ada di koperasi dan
terciptanya kemakmuran .
IX.4
Penyajian dan analisis neraca pelayanan
Disebabkan
oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi,
terutama tantangan-tantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota
harus secara kontinu di sesuaikan.
Ada
dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada
anggotanya.
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
Bila
koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang
lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap
koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan
informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.
Menurut
Analisa Saya, koperasi k******* M***** C***** (K***) selalu meningkatkan pelayanan yang
ada di koperasi tersebut agar koperasi tersebut lebih maju, berkembang dan
selalu di terima di masyarakat.
BAB X
Evaluasi Keberhasilan Koperasi
Dilihat Dari Sisi Perusahaan
X.1 Efisiensi Perusahaan Koperasi
Tidak
dapat dipungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya dilandasi
oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh
karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya,
meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
• Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat ekonomi.
• Efesiensi adalah: penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien)
Dihubungkan
dengan waktu terjadinya transaksi/diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota
dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :
1. Manfaat ekonomi langsung (MEL)
2. Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)
MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.
METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban pengurus & pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.
Manfaat
ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat di hitung dengan cara
sebagai berikut:
TME
= MEL + METL
MEN
= (MEL + METL) – BA
Bagi
suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose),
maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat di hitung dengan cara sebagai
berikut :
MEL
= EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU
METL
= SHUa
Efisiensi
Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:
1. Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota (TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan Anggaran biaya pelayanan = Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota
2. Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota (TEBU) = Realisasi biaya usaha Anggaran biaya usaha Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha
Menurut
Analisa Saya, Manfaat ekonomis yang diterima langsung
oleh anggota koperasi k******* M*****
C***** (K***), pembagian Pembagian SHU ditetapkan dalam Rapat Anggota melalui
usulan dari Pengurus dengan mempertimbangkan kepentingan anggota dan
kelangsungan hidup K***, Toleransi perubahan prosentase komposisi pembagian SHU
adalah sebesar 10% dari prosentase yang ditetapkan Yang tercantum di BAB XVIII,
pasal 31 dimana koperasi selalu mementingkan kesejahteraan anggotanya
X.2
Efektivitas Koperasi
• Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.
• Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK= Realisasi SHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK >1, berarti efektif
Menurut
Analisa Saya, koperasi
k******* M***** C***** (K***), bisa di bilang blm mencapai
target karena turun naiknya SHU yang ada. Lapran SHU :

Usaha
ini meliputi kegiatan Usaha Simpan – Pinjam (USP), yaitu pengelolaan simpanan
dan pinjaman anggota. Dari segi total asset, perkembangan Usaha Simpan Pinjam
dapat kami ringkas sebagai berikut: Statistik kegiatan Simpan Pinjam dengan
perspektif perbandingan dari tahun ke tahun dapat dilihat dalam info grafi k di
bagian lampiran. Dari perbandingan di atas, dapat dilihat bahwa dalam tiga
tahun terakhir pinjaman dan modal sendiri mengalami kenaikan. Sementara
Simpanan dari tahun 2015 ke tahun 2016 turun, hal ini disebabkan karena adanya
kebijakan moratorium pada Januari sampai dengan Maret 2016 dan pengurangan
tingkat jasa simpanan dan pinjaman pada bulan April 2016. Selain itu juga
karena banyaknya anggota yang keluar dari keanggotaan K*** dimana secara
otomatis menarik semua simpanan yang ada di K*** seperti Simpanan Pokok,
Simpanan Wajib, Simpanan Sukarela, Simpakan Sukarela Khusus dan Berjangka.
X.2
Efektivitas Koperasi
• Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.
• Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK= Realisasi SHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK >1, berarti efektif
X.3
Produktivitas Koperasi
Produktivitas
adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika
(O>1) di sebut produktif.
Rumus
perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK
= SHU/ekuitas x 100 %
1.
Modal koperasi
PPK
= Laba bersih dr usaha dgn non anggota x 100%
2.
Modal koperasi
a)
Setiap Rp.1,00 Modal koperasi
menghasilkan SHU sebesar Rp…..
b)
Setiap Rp.1,00 modal koperasi
menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp….
X.4
Analisis Laporan Koperasi
Laporan
keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan
koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus
tentang tata kehidupan koperasi.
Dilihat
dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah
satu alat evaluasi kemajuan koperasi.
Laporan
keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang di
buat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan keuangan meliputi
1. Neraca,
2. perhitungan hasil usaha (income statement),
3. Laporan arus kas (cash flow),
4. catatan atas laporan keuangan
Adapun
perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasil usaha pada koperasi harus
dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi
pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha
berdasarkan perbandingan manfaat yang diterima oleh anggota dan bukan anggota.
Perbedaan
yang kedua ialah bahwa laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan
konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau
lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan
tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu
melakukan penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai perusahaan dan
unit-unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan
keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.
Menurut Analisa
Saya, Berikut ini adalah laporan keuangan Koperasi k******* M***** C***** (K***) laporan keuangan tahun 2012- 2013
Laporan
tahun 2012


Laporan
tahun 2013


Laporan keuangan pada tahun 2012 dengan
nominal aktiva: 65.098.257.576 Laporan keungan pada tahun 2013, dengan nominal
aktiva : 483.653.384.771 dimana terus meningkatnya jumlah aktiva yang ada di
koperasi k******* M***** C*****
(K***)
BAB XI
Peranan Koperasi
XI.1 Peranan Koperasi dalam berbagai bentuk pasar
Berdasarkan
sifat dan bentuknya, pasar diklasifikasikan menjadi 2 macam :
1. Pasar dengan persaingan sempurna (perfect competitive market).
2. Pasar dengan persaingan tak sempurna (imperfect competitive market), yaitu : Monopoli, Persaingan Monopolistik (monopolistik competition), dan Oligopoli
XI.1.1
Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Persaingan Sempurna
Peranan
Koperasi dalam Persaingan Sempurna (perfect competitive market)
Ciri-ciri
pasar persaingan sempurna :
- Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak
- Produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen)
- Perusahaan bebas untuk masuk dan keluar
- Para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna
Menurut
Analisa Saya, Koperasi k******* M***** C***** (K***) kurang sesuai dengan penjelasan pasar
persaingan sempurna karena, produk-produk yang ditawarkan oleh Koperasi k******* M***** C***** (K***) bermacam
produk simpanan maupun pinjaman.
XI.1.2
Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Monopolistik
Ciri-cirinya
:
- Banyak pejual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam
- Produk yang dihasilkan tidak homogen
- Ada produk substitusinya
- Keluar atau masuk ke industri relatif mudah
- Harga produk tidak sama disemua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjualnya
XI.1.3
Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Monopsoni
- Disini ada penjual banyak tetapi hanya ada satu pembeli.
XI.1.4
Peranan Koperasi di berbagai keadaan persaingan di Pasar Oligopoli
- Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan (penjual) yang menguasai pasar
- Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar oligopoli yaitu strategi harga dan nonharga
- Untuk menghindari perang harga, perusahaan akan mengadakan product differentiation dan memperluas pasar dengan cara melakukan kegiatan advertensi, membedakan mutu dan bentuk produk
Menurut
Analisa Saya, Koperasi k******* M***** C***** (K***) seuai dalam pasar monopolistik,
karena produk-produk yang ditawarkan oleh Koperasi , adalah produk simpanan dan
produk pinjaman, pinjaman di bagi beberapa katagori misalnya pinjaman anggota,
pinjaman usia produktif, pinjaman khusus, pinjaman investasi property, pinjaman
kendaaraan, semua pinjaman yang ada di Koperasi k******* M***** C***** (K***) memiliki ketentuan pinjaman yang
berbeda-beda.
BAB
XII
Pembangunan Koperasi di Negara
Berkembang
XII.1 Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang (di
Indonesia)
Kendala
yang dihadapi masyarakat :
1. Perbedaan pendapat masyarakat mengenai Koperasi
2. Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi yaitu :
a) Kognisi
b) Afeksi
c) Psikomotor
Menurut
Analisa Saya, Koperasi k******* M***** C***** (K***) sudah bisa mengatasi 3 kondisi di atas karena
kopersi k******* M***** C*****
(K***) sudah memiliki atau membuat struktur yang mengatur 3 kondisi tersebut
yang tertara di struktur organisasi tersebut.
3.
Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967
Tahapan
membangun Koperasi :
a) Ofisialisasi
b) De-ofisialisasi
c) Otonomisasi
Menurut
Analisa Saya, Tahamapn ofisiasi, de-ofisiasi, otonomisasi,
koperasi k******* M***** C***** (K***) pembentukan
koperasi dari perusahaan koperasi, menurut ukuran, struktur dan kemampuan
manajemennya, cukup mampu melayani kepentingan para anggotanya secara efisien sesuai pasal 19 dengan tugas, wewenang,
tanggung jawab dan hak pp , koperasi agar tetap maju dan berkembang,. perkembangan
koperasi dari pendapatan 2014-2016 tidak stabil kadang naik dan kadang
turun.akan tetapi koperasi k******* M*****
C***** (K***) berusaha memajukan koerasi tersebut.
Misi UU No.25 Tahun 1992
merupakan gerakan
ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil,makmur
berlandaskan Pancasila dan UUD1945.
Menurut Analisa Saya,
pernyataan menurut UU No. 25 Tahun 1992 sesuai dengan nilai-nilai inti Koperasi
k******* M***** C***** (K***)
bahwa koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dan Kerjasama, serta menciptakan kesejahteraan
anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya
Tahapan
Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang menurut A. Hanel, 1989
· Tahap I : Pemerintah mendukung
perintisan pembentukan organisasi koperasi.
· Tahap II : Melepaskan ketergantungan
kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara langsung
dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah.
· Tahap III : Perkembangan koperasi sebagai
organisasi koperasi yang mandiri
Menurut
Analisa Saya, koparasi k******* M***** C*****
(K***) Untuk tahap I, K*** telah melewatinya
pada setahun setelah pendirian tepatnya pada tahun 1985 K*** berhasil
memperoleh pengesahan Badan Hukum sebagai Koperasi Serba Usaha dengan nomor 1079/BH/XIII
sesuai surat dari Kanwil Departemen Koperasi Riau nomor 08/KP/KWK.4/36/I/1985.
Selanjutnya pada tahap II, K*** berhasil melepaskan ketergantungan pada pihak ketiga
yang dijadikan tempat peminjaman modalnya. Pada tahun, 1985 K*** berhasil
melunasi hutangnya pada pihak ketiga tersebut dan mulai dengan mengumpulkan
dana-dana untuk modal dari para anggotanya yang mulai banyak. Dan kini K*** telah
berada di tahap III, dimana K*** telah berkembang sebagai organisasi yang
mandiri. K*** sudah memiliki pendapatan yang besar yang berasal dari kegiatan
para anggota dan kerja sama dengan dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, K***
sukses menjadi sebuah koperasi dengan prestasi yang bagus juga yaitu sebagai
koperasi terbaik tingkat nasional dan Pekanbaru pada tahun 2014.
Source :
Koperasi K******* M***** C***** (K***)
(2013) profil koperasi (K***) [onlie]
Available
From : http://www.kkmc.co.id/index.php [Accessed: 30 November 2020]
Koperasi K******* M***** C***** (K***) (2013)
akta perubahan anggaran dasar
koperasi 2017 pdf. [onlie] Available
From : http://www.kkmc.co.id/pdf/Regulasi/ADKKMC.pdf [Accessed:
30 November 2020]
Koperasi K******* M***** C***** (K***) (2013) Undang – Undang koperasi tahun NO 25
Tahun 1992 pdf. . [onlie] Available
From : http://www.kkmc.co.id/pdf/Regulasi/UU%20No.%2025%20TAHUN%201992.pdf [Accessed: 30 November 2020]
Koperasi K******* M***** C***** (K***) (2013) Laporan pengurus dan pertanggung jawaban
tahun 2016 [onlie] Available
From:http://www.kkmc.co.id/pdf/LaporanKeuangan/LAPORAN%20PERTANGGUNGJAWABAN%20PENGURUS%20DAN%20PENGAWAS%20TB.2016.pdf [Accessed:
30 November 2020]
Definisi Kognitif,
Afektif, dan Psikomotor 2012
From:https://abazariant.blogspot.com/2012/10/definisi-kognitif-afektif-dan-psikomotor.html[Accessed: 30 November 2020]